kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Kemarau Panjang, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air


Selasa, 29 September 2026 / 20:40 WIB
Kemarau Panjang, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
ILUSTRASI. Dampak musim kemarau di Jawa Barat (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 48,9 juta liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Arnold A. P. Ritiauw, mengatakan penanganan darurat kekeringan dilakukan sejak Juli hingga 24 September 2026 di 3.288 lokasi di seluruh Indonesia.

"Kementerian Pekerjaan Umum memastikan air sampai ke rumah dan sawah warga di tengah kemarau terberat beberapa tahun terakhir. Penanganan darurat kekeringan sejak Juli sampai dengan 24 September 2026 pukul 18.00 WIB berjalan di 3.288 lokasi di seluruh Indonesia," ujar Arnold dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).

Dari total lokasi tersebut, sebanyak 2.533 lokasi berada di kawasan permukiman, 358 lokasi di kawasan persawahan, dan 377 lokasi untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga: Krisis Air Bersih Meluas, Ribuan Warga Terdampak Kekeringan di Sejumlah Provinsi

Hingga 24 September 2026, Kementerian PU menyebut penanganan di 2.700 lokasi telah selesai. Sementara 588 lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Penyaluran air bersih tersebut telah menjangkau lebih dari 1,75 juta jiwa. Air didistribusikan melalui mobil tangki dan penyediaan hidran umum di sejumlah permukiman yang terdampak kekeringan.

Selain distribusi air secara langsung, Kementerian PU juga membangun sumur bor serta memperbantukan sarana tangki air kepada pemerintah daerah dan perusahaan air minum daerah (PDAM). Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan air bersih selama kemarau.

Penanganan juga diarahkan ke sektor pertanian. Kementerian PU mencatat intervensi yang dilakukan telah membantu menyelamatkan 141.440 hektare lahan sawah dari ancaman gagal tanam maupun gagal panen.

Baca Juga: BMKG Perkuat Mitigasi El Niño 2026, Kemarau Diperkirakan Lebih Panjang dan Kering

Untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian, pemompaan air sungai dilakukan di 133 lokasi. Pemerintah juga melakukan normalisasi saluran irigasi dan membangun saluran darurat di 42 lokasi.

Sementara itu, manajemen pembagian air melalui sistem giliran diterapkan di 183 lokasi agar pasokan air dapat dibagi secara merata ke lahan pertanian. 

Pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi irigasi hemat air untuk mengoptimalkan pasokan yang tersedia selama musim kemarau.

Kementerian PU menyatakan penanganan tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian selama periode kemarau panjang.

Baca Juga: El Nino Mulai Tekan Petani, Ancaman Kekeringan dan Gagal Panen Meningkat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×