Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperpanjang masa pendaftaran mitra penyelenggara Program Magang Nasional (MagangHub) 2026 Batch 3 hingga 29 Oktober 2026. Program ini diharapkan membuka kesempatan bagi pencari kerja untuk memperoleh pengalaman kerja, meski kemampuan perusahaan menyerap tenaga kerja masih menjadi tantangan.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Bob Azam menilai, program magang dapat menjembatani pencari kerja dengan perusahaan. Namun, peluang peserta untuk berlanjut menjadi pekerja tetap turut bergantung pada kondisi usaha dan kemampuan perusahaan melakukan ekspansi.
“Program magang bagus, bisa menjembatani pencari kerja dan perusahaan. Tapi kendalanya tidak banyak perusahaan yang ekspansi dan bisa menyerap tenaga kerja,” ujar Bob kepada KONTAN, Minggu (25/10/2026).
Menurut Bob, sebagian perusahaan masih berfokus mempertahankan keberlangsungan usaha sehingga belum banyak membuka kesempatan kerja baru. Kondisi tersebut membatasi ruang perusahaan untuk menambah tenaga kerja setelah program magang selesai.
Baca Juga: Magang Nasional Berlanjut, Perusahaan Sudah Bisa Mendaftar Mulai Hari Ini (28/9/2026)
“Banyak perusahaan yang sedang survival mode, jadi tidak banyak buka penyerapan tenaga kerja,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan di Kadin Indonesia Subchan Gatot menyambut positif Magang Nasional. Karena program ini mampu membantu perusahaan mengenali calon tenaga kerja sekaligus mempersiapkan talenta muda agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Peluang magang terbuka di berbagai sektor, terutama bidang yang membutuhkan tenaga kerja terampil dan tengah mengalami transformasi teknologi. Sektor tersebut antara lain manufaktur dan rantai pasok, teknologi informasi, perdagangan dan ritel, pariwisata dan perhotelan, makanan dan minuman, logistik, serta energi.
“Pada prinsipnya, dunia usaha menyambut positif Program Magang Nasional karena dapat menjadi sarana untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan talenta muda yang akan memasuki dunia kerja,” ujar Subchan kepada KONTAN, Minggu (25/10/2026).
Baca Juga: Menaker Mengklaim 50% Peserta Magang Angkatan Pertama Langsung Diserap Industri
Meski demikian, pelaksanaan program membutuhkan kesiapan perusahaan untuk memberikan pendampingan kepada peserta. Perusahaan perlu menyediakan mentor, fasilitas kerja, serta evaluasi kompetensi agar proses magang tidak sekadar menjadi penempatan peserta, tetapi juga memberikan pembelajaran yang terarah.
KADIN mendorong pemerintah menyederhanakan proses administrasi dan memperkuat koordinasi dengan dunia usaha. Selain itu, keberhasilan program perlu dinilai dari peningkatan kompetensi peserta serta peluang mereka memperoleh pekerjaan setelah masa magang berakhir.
“Keberhasilan Magang Nasional tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang ditempatkan. Indikator yang lebih penting adalah peningkatan kompetensi, kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri, dan seberapa besar program ini membantu peserta memperoleh pekerjaan setelah magang selesai,” ungkapnya.
Sebelumnya Kemnaker menjadwalkan verifikasi calon mitra hingga 30 Oktober 2026. Penetapan mitra penyelenggara dan penayangan lowongan magang juga direncanakan pada tanggal tersebut.
Baca Juga: DPR Desak Kemnaker Benahi Penyelenggaraan Program Magang Nasional
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














