kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.060   0,00   0,00%
  • IDX 5.350   21,44   0,40%
  • KOMPAS100 690   3,35   0,49%
  • LQ45 539   3,06   0,57%
  • ISSI 183   1,32   0,73%
  • IDX30 302   1,66   0,55%
  • IDXHIDIV20 396   2,46   0,62%
  • IDX80 79   0,37   0,47%
  • IDXV30 110   0,16   0,14%
  • IDXQ30 100   1,02   1,02%

Peminat Tinggi, Outstanding SRBI Tembus Rp 113,7 Triliun


Jumat, 20 Oktober 2023 / 06:16 WIB
ILUSTRASI. Minat investor terhadap instrumen baru milik Bank Indonesia (BI) berupa SRBI masih tergolong tinggi.


Reporter: Adrianus Octaviano, Adrianus Octaviano | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Instrumen moneter baru milik Bank Indonesia (BI) yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) peminatnya tinggi. Sejak meluncir pada pertengahan September lalu, SRBI telah dilelang sebanyak sembilan kali.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, pasar menyambut baik penerbitan SRBI yang tercermin pada tingginya penawaran dibandingkan dengan target atau oversubscribed. Hingga 17 Oktober 2023, outstanding SRBI telah mencapai Rp 113,70 triliun.

Perry menambahkan, penerbitan SRBI juga mendukung masuknya aliran investasi portofolio asing. Itu tercermin pada net beli SRBI oleh investor nonresident sebesar Rp 9,81 triliun.

Ia melihat berbagai perkembangan ini secara umum menunjukkan SRBI dapat menggantikan peran Reverse Repo (RR) SBN sebagai instrumen moneter kontraksi.

“Sekaligus dapat menarik aliran modal masuk untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak rambatan global,” ujar Perry, Kamis (19/10).

Baca Juga: Bulan Depan BI Akan Luncurkan Instrumen SVBI dan SUVBI, Apa Itu?

Sebelumnya, Direktur Treasury & Capital Market CIMB Niaga John Simon mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya memiliki instrumen tersebut. Mengingat, beberapa bank juga ikut dalam lelang SRBI ini sejak diluncurkan.

Hanya saja, ia mengungkapkan tidak menjual instrumen tersebut di pasar sekunder melainkan lebih memilih untuk disimpan sendiri. Sebab, sifat dari instrumen tersebut yang memiliki tenor pendek.

“SRBI itu bagi kami lebih ke arah pengelolaan likuiditas,” ujarnya, belum lama ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×