kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pemilu akan dorong pertumbuhan ekonomi jadi 6,3%


Senin, 30 September 2013 / 13:33 WIB
ILUSTRASI. Seseorang berkumur air garam untuk meredakan batuk.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemilihan umum (Pemliu) Presiden dan anggota legislatif yang akan dilakukan di tahun depan diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal itu disebabkan oleh adanya belanja pemilu.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti mengamati bahwa setiap kali pemilu diselenggarakan, pasti akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bahkan ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi bakal lebih tinggi dari yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Seperti diketahui, bahwa pemerintah dan badan anggaran DPR telah menetapkan pertumbuhan ekonomi tahun 2014 sebesar 6% di APBN 2014. "Kalau ada pemilu pertumbuhan ekonominya bisa sampai 6,3%," ujar Destry di Jakarta, Senin (30/9).

Menurut Desty, pemilu memberikan dampak positif kepada perekonomian nasional. Tingginya belanja dan produksi barang dari setiap peserta pemilu yang berupanya mendekatkan diri kepada para pemilihnya, seperti baju, umbul-umbul, sampai pin dan gantungan kunci dapat menggerakan perekonomian. Khususnya home industri.

Harry Azhar Azis, Wakil Ketua Komisi XI DPR mengamini pernyataan Destry. Harry bahkan memperkirakan akan ada 6.000 calon legislatif (caleg) yang akan mengikuti pemilu di tahun depan. "Belanja pemilu bisa sampai Rp 20 triliun," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×