kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pemilihan pimpinan KPK diundur lantaran Setgab belum sepakat


Jumat, 02 Desember 2011 / 13:13 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) Iwan Setiawan Lukmintofoto dok.Narasumber


Reporter: Eka Saputra | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemilihan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya berlangsung alot. Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan, tertundanya rapat pemilihan pimpinan KPK karena Sekretariat Gabung (Setgab) Partai Koalisi Pendukung pemerintah belum sepakat.

"Semalam dicoba tapi belum berhasil, makanya diundur sampai jam dua siang," ujarnya setelah mengikuti rapat di Komisi III (2/12).

Ketidaksepakatan tersebut terutama soal kontaminasi kekuasaan dalam tubuh calon pimpinan KPK. Dia menuding sosok Yunus Huseun yang masih menjadi anggoat Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum.

"KPK ini kan penting dan strategis, kita tidak ingin digunakan untuk kepentingan pencitraan satu partai dan menyudutkan partai lain. Jadi jangan sampai terkontaminasi kekuasaan," imbuhnya politisi Partai Golkar itu.

Bambang menilai perbedaan pendapat dalam politik sesuatu yang wajar. Yang jelas, Partai Golkar berharap pimpinan KPK mendatang menuntaskan kasus Bank Century.

Hingga saat ini, dia mengatakan, Setgab baru menyepakati dua calon yakni Bambang Widjojanto dan Abraham Samad.
"Tapi dalam politik, detik-detik terakhir itu menentukan dan bisa berubah," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×