kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Komisi III DPR berdebat soal penundaan pemilihan pimpinan KPK


Jumat, 02 Desember 2011 / 11:22 WIB
ILUSTRASI. Warga berjalan di depan mural dengan tema COVID-19


Reporter: Eka Saputra | Editor: Edy Can

JAKARTA. Anggota Komisi III DPR berdebat mengenai penundaan rapat pemilihan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebagian menolak penundaan rapat.

Wakil Ketua Komisi III DPR Azis Syamsuddin menjelaskan, penundaan rapat pemilihan lantaran Ketua KPK Busyro Muqoddas berhalangan hadir pada pukul 09.00 WIB. Menurutnya, Busyro telah menyampaikan surat yang menyatakan berhalangan hadir karena mengikuti rapat KPK di Bogor, Jawa Barat.

Sejatinya, Komisi III DPR mengundang Busyro untuk mengocok ulang pimpinan KPK. Karena itu, Azis mengatakan, Komisi III DPR menginginkan kehadiran Busyro secara fisik.

Namun, penjelasan Azis ditolak anggota Komisi III DPR lainnya. Ahmad Yani dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan, secara tegas meminta pimpinan Komisi III DPR menghormati kesepakatan yang sudah dibuat. "Urusan Pak Busyro kan sudah butuh klarifikasi saja, kita tidak butuh fisik. Kita langsung saja pemilihan empat dari delapan calon pimpinan. Saya minta sekretariat segera memulai rapat sekarang juga, jangan ditunda-tunda lagi," tukasnya.

Sebaliknya, politisi Partai Demokrat Edi Sitanggang meminta rapat tetap ditunda saja hingga pukul 14.00 WIB. Selain karena faktor ibadah Jumatan bagi umat Islam, juga sebaiknya mencoba menghubungi Busyro memastikan kehadirannya sore nanti. Karena memang dalam suratnya, Busyro mengatakan harus mengikuti rapat kerja KPK hingga Jumat (2/12) sore.

Sementara Bambang Soesatyo dari Fraksi Partai Golkar menilai politik di DPR sudah tidak sehat sekarang ini. Dia menuding fraksi yang belum lengkap itu seperti Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrat mendukung opsi tertentu.

Hingga tulisan ini dibuat belum juga ada keputusan apakah rapat bisa dimulai atau tidak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×