kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.009   46,00   0,26%
  • IDX 5.784   88,98   1,56%
  • KOMPAS100 751   15,79   2,15%
  • LQ45 569   12,23   2,20%
  • ISSI 200   1,84   0,93%
  • IDX30 322   6,70   2,12%
  • IDXHIDIV20 396   7,12   1,83%
  • IDX80 85   1,75   2,09%
  • IDXV30 108   1,45   1,36%
  • IDXQ30 104   1,70   1,66%

Pemerintah tunda pemberlakuan PMK 421 tahun 2010


Kamis, 20 Januari 2011 / 21:32 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah sedang melonggarkan kebijakan terhadap produk impor. Selain komoditas pangan, pemerintah juga menunda berlakunya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 241 tahun 2010. Peraturan itu mengatur pembebanan bea masuk terhadap bahan baku dan barang modal.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, dia sudah memutuskan untuk menunda pemberlakuan PMK itu. "Sudah kok, saya pimpin rapat untuk keputusan," ujar Hatta usai sidang kabinet paripurna di kantor Presiden, Kamis malam (20/1).

Menurutnya, tim tarif Kementerian Keuangan akan membahas kembali tentang penundaan . "Nanti ada rapat pleno tim tarif," kata mantan Menteri Sekretaris Kabinet itu.

Cuma, Hatta tidak menjelaskan tentang materi pembahasan tim tarif terhadap penundaan PMK 241. Dia hanya bilang, penundaan itu berlangsung hingga situasi baik.

Sekadar informasi, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 241/2010 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor yaitu tanggal 22 Desember 2010 lalu. Melalui PMK ini, impor bahan baku dan barang modal dikenai BM rata-rata 5%. Kebijakan tersebut jelas merugikan pengusaha karena mereka mesti menambah komponen biaya yang tidak dianggarkan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×