kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pemerintah Tugaskan BUMN Pangan Impor 200.000 Ton Daging Sapi dan Kerbau


Jumat, 07 Februari 2025 / 15:56 WIB
Pemerintah Tugaskan BUMN Pangan Impor 200.000 Ton Daging Sapi dan Kerbau
ILUSTRASI. Pengunjung membeli daging sapi di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (21/3/2022). Pemerintah menugaskan BUMN Pangan untuk melakukan importasi daging sapi dan daging kerbau sebanyak 200.000 ton.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang bulan Ramadan dan Lebaran tahun 2025, pemerintah menugaskan BUMN Pangan untuk melakukan importasi daging sapi dan daging kerbau sebanyak 200.000 ton. 

Penugasan ini disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas, Kamis (6/2). 

"Disepakati penugasan importasi komoditas daging sapi sebanyak 100.000 ton dan daging kerbau sebanyak 100.000 ton kepada BUMN Pangan," jelas Zulhas dalam keterangan resminya, Jum'at (7/2). 

Baca Juga: Masuk Neraca Komoditas 2025, Indonesia Bersiap Impor Daging Kerbau dari India

Zulhas menyebut penugasan pada BUMN Pangan ini dilakukan dengan mempertimbangkan peningkatan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dipicu dengan musim hujan. 

Zulhas bilang penugasan kepada BUMN diharapkan dapat membatasi potensi penyebaran PMK, karena pemerintah dapat memantau pelaksanaan importasi yang dilakukan BUMN dengan lebih ketat.

Walau begitu, Zulhas menegaskan swasta juga masih diberikan kewenangan untuk melakukan importasi daging lembu sebanyak 80.000 ton. 

Baca Juga: Jelang Lebaran, Pemerintah Siapkan 180.000 Daging Sapi Impor

"Keputusan penetapan perubahan NK (neraca komoditas) pada Rakortas hari ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan stok daging di dalam negeri," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×