kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.968   121,00   0,68%
  • IDX 6.116   -79,29   -1,28%
  • KOMPAS100 811   -13,46   -1,63%
  • LQ45 609   -10,35   -1,67%
  • ISSI 212   -2,84   -1,33%
  • IDX30 345   -4,85   -1,39%
  • IDXHIDIV20 424   -4,03   -0,94%
  • IDX80 92   -1,74   -1,86%
  • IDXV30 116   -1,40   -1,19%
  • IDXQ30 111   -1,35   -1,21%

Pemerintah tidak akan intervensi hasil Pansel KPK


Senin, 31 Agustus 2015 / 13:25 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) rencananya dalam beberapa hari ini akan menerima daftar nama calon pimpinan KPK dari panitia seleksi. Menurut Sekertaris Kabinet Pramono Anung, Jokowi juga akan membuka nama-nama yang dinyatakan lolos oleh Pansel.

Pramono bilang, presiden tidak akan mengintervensi apapun hasil keputusan Pansel. Meskipun, beberapa nama dikabarkan terjerat kasus oleh Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Jokowi menjamin, senadainya nama yang diserahkan Pansel ke meja Jokowi ditetapkan tersangka, pemerintah tidak akan merevisinya. "Komitmen kita, apapun yang dihasilkan Pansel akan kita teruskan ke Dewan Perwakilan rakyat (DPR)," ujar Pramono, Senin (31/8) di Jakarta.

Jokowi mengaku percaya apapun hasil keputusan Pansel, merupakan yang terbaik. Apalagi, dalam memutuskan nama-nama tersebut Pansel juga menyertakan pendapat dari berbagai pihak tidak hanya Bareskrim.

Rencananya, akan ada 10 nama yang akan diserahkan Jokowi ke DPR. Sehingga, akhir Desember sudah terpilih nama-nama yang menjadi pimpinan KPK melalui fit and proper test di DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×