kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemerintah terbitkan samurai bond ¥ 100 miliar


Selasa, 04 Agustus 2015 / 09:52 WIB
Pemerintah terbitkan samurai bond ¥ 100 miliar


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah akhirnya menerbitkan surat utang negara dalam denominasi valuta asing (valas) yen yaitu samurai bond pada hari ini (4/8). Samurai bond merupakan surat utang dalam bentuk valas terakhir yang akan diterbitkan pemerintah tahun ini.

Direktur Strategis dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemkeu Schneider Siahaan mengatakan pihaknya telah melakukan pricing samurai bond sebesar ¥ 100 miliar. "Pada hari ini, Selasa, 4 Agustus 2015, pukul 07.30 waktu Jakarta (09.30 waktu Tokyo)," ujarnya dalam pesan singkat yang diterima KONTAN, Selasa (4/8).

Ia menjelaskan, berdasarkan data Bloomberg pada jam tersebut, yen swap offered rate untuk 3, 5 dan 10 tahun masing-masing adalah 0,21%, 0,30% dan 0,64%.

Alhasil, yield atau imbal hasil dan juga kupon untuk samurai bonds dimaksud menjadi 1,08% untuk 3 tahun (dengan nominal ¥22,5 miliar, unguaranteed bonds), 1,38% untuk 5 tahun (dengan nominal ¥22,5 miliar, unguaranteed bonds), dan 0,91% untuk 10 tahun (dengan nominal ¥55 miliar, guaranteed bonds dari Japan Bank for International Cooperation).

Asal tahu saja, pada 2012 pemerintah terakhir kali menerbitkan samurai bond dengan nilai ¥ 60 miliar atau setara dengan US$ 500 juta. Tenor yang dikeluarkan pada waktu itu adalah 10 tahun dengan sepenuhnya bergaransi JBIC. Pemerintah memang menargetkan akan menerbitkan samurai bond tahun ini dalam triwulan III.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×