kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,98   -4,21   -0.41%
  • EMAS930.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Pemerintah Targetkan Angka Kemiskinan Turun pada 2023, Ini Saran Ekonom


Rabu, 17 Agustus 2022 / 13:32 WIB
Pemerintah Targetkan Angka Kemiskinan Turun pada 2023, Ini Saran Ekonom
ILUSTRASI. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Sunarti bersama tim dukungan layanan psikososial Kemensos RI memberikan trauma healing kepada pengungsi korban teror di Desa Lembatangoa, Sigi


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah mengalokasikan anggaran perlindungan sosial (perlinsos) pada tahun depan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 sebesar Rp 479,1 triliun. Anggaran tersebut meningkat 11% dari anggaran perlinsos tahun ini yang sebesar Rp 431,5 triliun.

Sejalan dengan pemberian anggaran perlinsos kepada rakyat miskin tersebut, pemerintah juga menargetkan angka kemiskinan pada tahun 2023 turun pada kisaran 7,5% hingga 8,5%. Angka kemiskinan ini lebih rendah dari target kemiskinan tahun ini yang berada pada kisaran 8,5% hingga 9%.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pemerintah mempertimbangkan tren pemulihan ekonomi domestik yang terus berlanjut pasca krisis pandemi pada 2020 yang mendorong kenaikan tingkat kemiskinan hingga 10,19%.

Baca Juga: Anggaran Kesehatan Tahun 2023 Naik Jadi Rp 169,8 Triliun, Berikut Rinciannya

Oleh karena itu, Ia menilai bahwa pemerintah cukup optimis dalam mematok range tersebut.

"Dalam RAPBN 2023 di mana pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan 7,5% hingga 8,5% memang cukup optimis," ujar Josua kepada Kontan.co.id, Rabu (17/8).

Namun Josua melihat, batas atas dari rentang tersebut masih realistis apabila pemerintah berupaya untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dalam jumlah yang besar serta mendorong penyaluran program perlindungan sosial yang tepat sasaran.

Lebih lanjut, Josua menyarankan kepada pemerintah agar berupaya untuk menekan tingkat inflasi agar tidak mendorong penurunan daya beli masyarakat terutama masyarakat rentan miskin agar tidak masuk dalam kategori masyarakat miskin.

Dihubungi terpisah, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan bahwa penanggulangan kemiskinan bukan hanya semata-mata melalui perlinsos. Menurutnya, perlinsos hanya menjadi jaring pengaman sosial ketika masyarakat kelas bawah terpuruk akibat tekanan ekonomi.

Baca Juga: Ini Sejumlah Arah Kebijakan Jokowi dalam RAPBN 2023 Agar Ekonomi Cepat Pulih

"Jadi bukan upaya kita menurunkan kemiskinan itu dengan menaikan perlinsos seharusnya," ujar David.

David juga menyebut, yang menjadi penting adalah perlinsos diarahkan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat agar tidak masuk di bawah garis kemiskinan, sehingga anggaran perlinsos diarahkan bukan hanya menjadi umpan namun juga menjadi pancingannya (pemberdayaan).

"Itu yang lebih penting. Nah, anggarannya sebenarnya untuk itu," pungkasnya. 

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×