kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Pemerintah tanggung PPh penjaga pulau terluar


Rabu, 20 Oktober 2010 / 11:00 WIB
Pemerintah tanggung PPh penjaga pulau terluar
ILUSTRASI. Ilustrasi Take Over KPR Bank


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Ini kabar gembira bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pegawai negeri sipil yang bertugas di pulau terluar. Pemerintah memutuskan menanggung pajak penghasilan (PPh) mereka.

Hal ini sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 178/PMK.05/2010 tentang Tata Cara Pembayaran Tunjangan Operasi Pengamanan Bagi Prajurit TNI dan PNS yang Bertugas Dalam Operasi Pengamanan Pada Pulau-Pulau Kecil Terluar dan Wilayah Perbatasan.

Mekanisme pembayaran dan pemotongan PPh atas pembayaran tunjangan operasional sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai PPh bagi pejabat negara, PNS, angkatan bersenjata, dan para pensiunan atas penghasilan yang dibebankan kepada keuangan negara atau keuangan daerah.

Sekedar mengingatkan, meski aturan pemberian operasi pengamanan pulau terluar baru terbit bulan ini, tapi tunjangan yang akan dibagikan pemerintah itu berlaku mulai Januari tahun ini. Karena itulah, insentif pajak ini akan dirapel.

Adapun jumlah personel TNI yang bertugas di pulau terluar ada 9.408 orang. Menurut Kementerian Pertahanan, untuk penunjang pemberian tunjangan pada tahun ini pemerintah menganggarkan Rp 152 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×