kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Pemerintah tambah belanja negara menjadi Rp 2.720,1 triliun pada 2020


Senin, 18 Mei 2020 / 17:17 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri Rapat Paripurna DPR yang mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1/2020 menjadi Undang-Undang, Selasa (12/5)


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Kemudian, dana tersebut akan digunakan untuk tambahan kompensasi sebesar Rp 76,08 triliun. Perinciannya, untuk PLN sebesar Rp 38,25 triliun dan PT Pertamina Rp 37,83 triliun, sehingga total kompensasi untuk PT PLN menjadi sebesar Rp 45,42 triliun dan Pertamina Rp 45 triliun.

Tambahan belanja ini, juga akan digunakan dalam tambahan stimulus fiskal bagi masyarakat. Diantaranya untuk subsidi bunga UMKM termasuk UMi sebesar Rp 34,2 triliun, diskon tarif listrik 6 bulan sebesar Rp 3,5 triliun, bansos tunai dan sembako sampai Desember Rp 19,62 triliun, serta cadangan stimulus Rp 60 triliun.

Baca Juga: Pemerintah akan salurkan bansos besar-besaran sebelum Lebaran

"Oleh karena itu, APBN akan mengalami defisit sebesar Rp 1028,5 triliun atau 6,27% dari PDB, dalam rangka untuk menangani dan mendorong ekonomi agar tetap bisa bertahan dalam menghadapi tekanan Covid-19 dan diharapkan bisa pulih kembali," kata Sri.

Dengan adanya perubahan ini, Sri mengatakan pihaknya akan segera melakukan revisi Perpres 54/2020 dan menyampaikannya ke Badan Anggaran (Banggar) serta Komisi XI DPR RI, agar bisa segera dipresentasikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×