kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Pemerintah siapkan antisipasi kekeringan yang mulai melanda pertengahan tahun ini


Selasa, 30 Juli 2019 / 14:25 WIB
Pemerintah siapkan antisipasi kekeringan yang mulai melanda pertengahan tahun ini


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah menyiapkan antisipasi bencana kekeringan yang akan terjadi di wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kekeringan terjadi antara bulan Juli hingga Oktober. Sementara puncak kekeringan terjadi pada bulan Agustus mendatang.

"Pesisir selatan pulau Jawa sudah mengalami kekeringan saat ini," ujar Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK, Dody Usodo saat konferensi pers, Selasa (30/7).

Dody bilang berbagai upaya antisipasi sudah dilakukan oleh sejumlah Kementerian dan Lembaga (K/L). Dody bilang BMKG telah menyampaikan peringatan awal terkait kekeringan.

Selain itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah membentuk satuan tugas terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Satgas dibentuk di sejumlah provinsi prioritas.

Saat ini sudah terlihat sejumlah titik panas (hotspot) di berbagai provinsi. Angka tersebut lebih tinggi 70% dibandingkan dengan hotspot yang muncul tahun 2018 lalu. "Prioritas ada 5 provinsi yang memiliki lahan gambut," terang Dody.

Provinsi prioritas tersebut antara lain adalah Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan ditambah dengan 3 kabupaten yaitu Dumai, Sambas, dan Siak.

Pendistribusian air juga telah dilakukan sebanyak 7,04 juta liter. Selain itu penambahan mobil tanki juga dilakukan termasuk hidran umum, pembuatan sumur bor, dan kampanye hemat air.

Sementara bencana kekeringan telah ada 55 surat tentang siaga darurat bencana kekeringan. Resiko terdampak kekeringan mengancam 28 provinsi dengan luas wilayah 11,77 juta hektare (ha).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×