kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pemerintah Sebut Kenaikan Harga CPO Jadi Nilai Tambah Bagi Ekonomi Nasional


Senin, 04 April 2022 / 14:04 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyusun tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di Tarailu, Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (23/05/2021). Harga TBS kelapa sawit tingkat petani sejak dua bulan terakhir Pemerintah Sebut Kenaikan Harga CPO Jadi Nilai Tambah Bagi Ekonomi N


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga komoditas seperti Crude Palm Oil (CPO) mencapai harga tertingginya sepanjang masa dalam beberapa bulan terakhir, yaitu US$ 1926,9 per ton.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, kenaikan CPO tersebut menjadi nilai tambah bagi perekonomian RI, sebab, ekspor CPO dan juga kelapa sawit, serta batubara menjadi sumber tambahan likuiditas perekonomian.

“Kita nikmati transmisi dari tambahan likuiditas yang terjadi dengan tingginya harga komoditas akan mengalir sektor perbankan dan mengalir ke konsumsi masyarakat khususnya petani nikmati kenaikan harga tersebut,” tutur Febrio dalam Indonesia Macro Economic Outlook 2022, Senin (4/4).

Meski begitu, kenaikan harga minyak mentah malah menyebabkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri meningkat. Hal itu membebankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), karena harus menanggung subsidi energi tersebut.

Febrio bilang, biasanya harga pertalite dan bahan bakar lainnya diusahakan tidak terlalu bergejolak harganya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“APBN harus hadir menjamin tidak terjadi kenaikan harga fluktuatif untuk kepentingan rakyat. Sehingga APBN harus siap untuk hadapi risiko dan mengatasi risiko ke masyarakat seminimal mungkin,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×