kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.379   -163,01   -2,16%
  • KOMPAS100 1.004   -27,06   -2,62%
  • LQ45 716   -20,09   -2,73%
  • ISSI 267   -5,87   -2,15%
  • IDX30 393   -8,15   -2,03%
  • IDXHIDIV20 483   -9,27   -1,88%
  • IDX80 112   -3,07   -2,66%
  • IDXV30 140   -1,20   -0,85%
  • IDXQ30 126   -2,76   -2,14%

Pemerintah prioritaskan jemaah lansia untuk isi tambahan 10.000 kuota haji tahun 2019


Jumat, 26 April 2019 / 15:31 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan akan memprioritaskan calon jemaah haji lanjut usia (lansia) untuk memanfaatkan tambahan 10.000 kuota haji yang diberikan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pada musim haji 2019 ini.

“Jemaah lansia harus menjadi prioritas penambahan kuota haji tahun ini. Saya minta Kanwil dan Kankemenag  proaktif ‘menjemput bola’, khususnya memberitahu kepada jemaah haji lansia yang mayoritas berada di daerah pedalaman dan terpencil di Indonesia. Saat inilah kita memprioritaskan jemaah lansia,” kata Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Jumat (26/4).

Menurut Menag kuota penambahan tahun 2019 berdasarkan masa tunggu pada masing-masing provinsi. Dari rapat tersebut terungkap bila masa tunggu haji paling lama atau di atas 30 tahun yaitu Provinsi Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

Penambahan 10.000 kuota haji, lanjut Menag, terjadi di akhir persiapan, sehingga berdampak pada konfigurasi pengkloteran yang harus dipersiapkan agar bisa optimal dan maksimal.

“Dampak lainnya terkait penempatan dengan sistem zonasi yang memerlukan kebijakan untuk menghasilkan pembagian distribusi di setiap provinsi secara merata berdasarkan masa tunggu,” ujar Menag.

Hasil rapat ini nantinya akan dibahas bersama DPR, BPKH dan kementerian/lembaga terkait untuk mensukseskan penambahan 10.000 kuota pada musim haji tahun ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×