kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Pemerintah Optimistis Perekonomian Indonesia tumbuh 5% pada kuartal I 2022


Selasa, 18 Januari 2022 / 17:38 WIB
ILUSTRASI. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir (kiri) .


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Laju kapal perekonomian Indonesia nampaknya masih belum selesai diterpa badai Covid-19. Setelah berhasil mengendalikan varian Delta, pemerintah kini dihadapkan dengan varian Omicron. 

Meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tingkat fatalitas varian Omicron relatif lebih rendah dibandingkan varian Delta, tetapi tetap saja ini bisa menjadi ancaman bagi sektor kesehatan dan perekonomian. 

Setelah masuknya kasus Omicron ini di Indonesia, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir tetap optimistis pemulihan ekonomi masih berlanjut. 

Bahkan di kuartal I-2022, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh tinggi mendekati level pra Covid-19, yaitu pada kuartal I-2019 yang pada waktu itu tumbuh 5,07% year on year (yoy).

Baca Juga: Kasus Omicron Naik, Presiden Minta Masyarakat Tak Bepergian ke Luar Negeri

“Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh di kisaran 5% yoy pada kuartal I-2022,” kata Iskandar kepada Kontan.co.id, Selasa (18/1). 

Iskandar mendapuk penyebaran Omicron ini masih terkendali. Ia meminta jangan terlalu banyak asumsi berlebihan terkait penyebaran kasus Omicron ini, tetapi masyarakat juga tetap waspada. 

Untuk tetap mengendalikan penyebaran dan juga menjaga perekonomian, pemerintah mendorong percepatan vaksinasi termasuk vaksin dosis ketiga atau booster. 

Baca Juga: Kasus Omicron di Indonesia Naik Jadi 840, Berikut 10 Negara Kedatangan Varian Ini

Selain itu, pemerintah juga tetap mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan 5M untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. 

Dengan kondisi tersebut, Iskandar masih optimistis pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun ini bisa tembus 5%, atau lebih tepatnya di kisaran 5,2% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×