kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.020,86   0,66   0.06%
  • EMAS930.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Kasus Omicron Naik, Presiden Minta Masyarakat Tak Bepergian ke Luar Negeri


Selasa, 18 Januari 2022 / 16:47 WIB
Kasus Omicron Naik, Presiden Minta Masyarakat Tak Bepergian ke Luar Negeri
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri jika tidak ada keperluan mendesak. Hal tersebut berkaca dari tren kasus Covid-19 varian omicron di dunia yang meningkat, termasuk di Indonesia.

"Saya juga meminta [masyarakat] untuk tidak bepergian ke luar negeri jika tidak ada urusan yang penting dan mendesak," tegas Jokowi dalam Pernyataan Presiden yang disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (18/1).

Kemudian, jika tidak memiliki keperluan mendesak, masyarakat dihimbau sebaiknya mengurangi kegiatan di pusat-pusat keramaian. Termasuk kegiatan perkantoran yaitu kebijakan bekerja dari rumah, Jokowi menyarankan agar dapat dilakukan bagi mereka yang masih dapat melakukannya di rumah. "Untuk mereka yang bisa bekerja dari rumah work from home lakukanlah kerja dari rumah," imbuhnya.

Terkait vaksinasi, Jokowi juga menuturkan agar dilakukan percepatan vaksinasi baik primer ataupun booster. "Yang belum mendapatkan vaksin segeralah untuk di vaksin, yang sudah mendapatkan vaksin pertama segera vaksin untuk yang kedua, yang sudah dua kali vaksin segera cari vaksin ketiga/vaksin booster. Semuanya gratis karena vaksinasi penting demi keselamatan kita semuanya," jelasnya.

Baca Juga: KSP Pastikan KIPI Vaksinasi Covid-19 Tanggung Jawab Negara

Jokowi menyebut setiap pihak perlu mewaspadai tren kenaikan kasus Covid-19 yang kini terjadi. Meski waspada, masyarakat tetap diminta untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap tren kenaikan kasus.

Berbagai studi termasuk laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa varian omicron memang memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, namun gejalanya yang ditimbulkan pada pasien yang terinfeksi varian ini umumnya ringan tanpa memerlukan perawatan di rumah sakit. Namun Jokowi kembali mengingatkan agar masyarakat tidak jumawa dan gegabah.

"Kita semua harus mewaspadai tren ini namun tidak perlu bereaksi berlebihan berhati-hati perlu waspada perlu tapi jangan menimbulkan ketakutan dan jangan menimbulkan kepanikan," jelasnya.

Tak bosan, presiden juga terus mengingatkan agar semua masyarakat selalu melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin, diantaranya dengan menggunakan masker yang benar, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×