kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.029   29,00   0,17%
  • IDX 7.095   -89,34   -1,24%
  • KOMPAS100 981   -11,73   -1,18%
  • LQ45 720   -6,96   -0,96%
  • ISSI 254   -3,11   -1,21%
  • IDX30 390   -2,97   -0,75%
  • IDXHIDIV20 485   -2,09   -0,43%
  • IDX80 111   -1,20   -1,08%
  • IDXV30 134   -0,38   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,82   -0,64%

Pemerintah optimistis pembahasan fasilitas GSP dengan AS segera rampung


Rabu, 12 Februari 2020 / 18:11 WIB
ILUSTRASI. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga


Reporter: Abdul Basith | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga optimistis peninjauan fasilitas perdagangan Generalized System of Preferences (GSP) oleh Amerika Serikat (AS) bisa segera rampung.

Indonesia dan AS dinilai telah memiliki kesamaan pemahaman terkait masalah yang dibahas dalam peninjauan GSP. Oleh karena itu, diharapkan masalah ini akan selesai saat pertemuan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dengan United State Trade Representative (USTR).

Baca Juga: Donald Trump naikkan tarif impor produk turunan baja dan aluminium

"Dalam waktu dekat saya pikir akan tuntas soal GSP," ujar Jerry usai rapat terbatas, Rabu (12/2).

Kesamaan persepsi juga telah diselesaikan antar kementerian dan lembaga (K/L). Jerry bilang sebelumnya telah dilakukan rapat bersama di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Beberapa hal dibahas dan disetujui oleh kementerian/lembaga termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satunya mengenai aturan asuransi dan reasuransi.

"Poin yang selama ini kami diskusikan baik asuransi, reasuransi sudah clear," terang Jerry.

Meski begitu, Jerry mengatakan, pemerintah tidak membahas mengenai masalah penempatan data dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Padahal sebelumnya kedua hal itu menjadi poin diskusi AS dengan Indonesia.

Jerry menegaskan, GSP memiliki manfaat yang penting bagi Indonesia. Pasalnya fasilitas tersebut memberikan pemangkasan bea masuk bagi sejumlah barang Indonesia.

Baca Juga: AS mendorong India untuk menambah impor unggas hingga US$ 6 miliar demi status GSP

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×