kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah mulai vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas


Jumat, 04 Juni 2021 / 17:22 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah mulai vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus menggenjot vaksinasi virus corona (Covid-19). Dalam waktu dekat, vaksinasi Covid-19 menyasar target masyarakat penyandang disabilitas. Sebelumnya prioritas vaksinasi diberikan kepada tenaga kesehatan, pekerja pelayanan publik, dan masyarakat lanjut usia.

"Terdapat sekitar 562.242 penyandamg disabilitas di seluruh wilayah Indonesia yang ditargetkan dapat menerima vaksin Covid-19," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers, Jumat (4/6).

Vaksinasi Covid-19 diberikan kepada penyandang disabilitas fisik maupun mental. Keduanya dianggap memiliki kerentanan yang tinggi untuk tertular Covid-19 dan menjadi parah.

Baca Juga: Tetap waspada corona! Ingat lagi gejala Covid-19 menurut WHO

Program vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas dilakukan secara gratis. Wiku menyebut hal itu sebagai wujud keadilan dalam akses terhadap vaksin Covid-19.

"Program vaksinasi bagi penyandang disabilitas ini merupakan wujud keadilan vaksin untuk seluruh rakyat hingga tercapai Indonesia pulih," terang Wiku.

Sebagai informasi, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, hingga saat ini terdapat 17,29 juta masyarakat yang mendapat kan vaksinasi dosis pertama. Amgka tersebut masih jauh dari target untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity sebesar 181,5 juta orang divaksinasi.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: Di luar dugaan, sebuah studi mengungkapkan 15% penduduk Indonesia terinfeksi Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×