CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Pemerintah mulai hitung aset Inalum


Jumat, 22 Oktober 2010 / 14:30 WIB
ILUSTRASI. Baliluna Retro


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Lawatan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa ke Jepang akhir pekan lalu tak sia-sia. Dari kunjungan ke Negeri Sakura itu, pemerintah telah mendapat titik terang mengenai masa depan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Rencananya, akhir bulan ini, pemerintah akan memulai perundingan untuk mengambil alih saham Inalum. "Tapi belum masuk substansi. Baru tahapan menghitung total aset Inalum," kata Hatta, Jumat (22/10).

Pemerintah belum memutuskan apakah akan mengambil alih seluruh saham milik Nippon Asahan Aluminium Co. Ltd. (NAA) itu. Asal tahu saja, NAA menguasai 58,88% saham Inalum. Sisanya, sebesar 41,12% dipegang oleh pemerintah.

Sekedar menyegarkan ingatan, proyek Inalum dimulai sejak 1975. Kerjasama ini akan berakhir 2013 mendatang. Pemerintah berencana membeli saham milik NAA tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×