kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Pemerintah mendorong TKDN alat kesehatan hingga 55%


Senin, 30 Agustus 2021 / 16:53 WIB
ILUSTRASI. Alat kesehatan.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mendorong penggunaan alat kesehatan (alkes) dari dalam negeri.

Hal itu melihat perkembangan produk farmasi di Indonesia yang sebagian besar telah dapat dipenuhi dari dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) naik menjadi 55%.

"Kalau perlu kita bikin tarif untuk impor-impor yang bisa diproduksi di dalam negeri," ujar Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat pembukaan Expo Alkes 2021, Senin (30/8).

Baca Juga: Izin edar alkes bertambah, Menkes Budi Gunadi Sadikin janjikan dukungan

Pemerintah pun disebut mendorong peningkatan investasi di sektor kesehatan. Luhut bilang industri kesehatan dapat masuk dalam kawasan industri di Batang, Jawa Tengah.

Hingga saat ini, nilai impor produk kesehatan mencapai US$ 912 juta dan ekspor US$ 556 juta. Luhut menegaskan bahwa pemerintah akan berusaha mengendalikan impor. "Impor alkes terus meningkat, nah ini yang menjadi masalah sehingga kemarin juga dilaporkan ke presiden kita mau mengendalikan ini," terang Luhut.

Produksi alkes pun masih mengandalkan bahan baku impor. Luhut bilang akan mendorong rantai pasok global industri alkes di Indonesia.

Selanjutnya: PPKM masih harus diperpanjang, ini alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×