kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pemerintah masih optimistis pola pemulihan ekonomi V-shape


Selasa, 20 Juli 2021 / 18:48 WIB
ILUSTRASI. Suasana sepi di jalan protokol ibukota terlihat di kawasan Sudirman dan Kuningan, Jakarta, Selasa (20/7/2021).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah lonjakan kasus dan adanya pembatasan aktivitas ada awal semester II-2021, pemerintah masih optimistis pola pemulihan ekonomi masih akan berbentuk seperti V shape.

Meski begitu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengakui, pola pemulihan V ini dengan gradien yang lebih landai.

V shape dengan slope yang lebih landai,” tegasnya kepada Kontan.co.id, Senin (19/7).

Hal ini disebabkan oleh, salah satunya, pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 yang belum bisa tumbuh seperti cita-cita semula.

Baca Juga: SBN ritel Indonesia masih akan menarik ke depannya

Pemerintah memperkirakan, pertumbuhan ekonomi tumbuh di kisaran 3,7% hingga 4,5%, atau lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 4,5% hingga 5,3%.

Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira memperkirakan, pola pemulihan ekonomi Indonesia akan berbentuk huruf K atau K shape.

Hal ini disebabkan adanya perubahan pola konsumsi selama pandemi ini sehingga meningkatkan sektor-sektor tertentu. Sebaliknya, karena ada pembatasan aktivitas, sektor-sektor lainnya akan mengalami penurunan kinerja.

“Sektor berbasis teknologi informasi mengalami pertumbuhan dobel digit karena adanya perubahan pola konsumsi. Sementara sektor seperti transportasi, perhotelan, dan restoran atau pariwisata secara umum mengalami kontraksi sampai akhir tahun,” jelas Bhima.




TERBARU

[X]
×