kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemerintah Masih Butuh Dana Stanby Loan


Selasa, 06 Januari 2009 / 12:19 WIB
Pemerintah Masih Butuh Dana Stanby Loan


Reporter: Uji Agung Santosa |

JAKARTA. Pemerintah masih tetap membutuhkan dana standby loan (dana siaga) untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2009. Namun, dana standby loan yang diperkirakan sebesar US$ 5 miliar itu akan lebih difokuskan untuk program jaring pengaman sosial (social safety net).

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Paskah Suzetta mengatakan pemerintah masih membutuhkan dana siaga karena asumsi pertumbuhan ekonomi masih akan terus berubah.

Ia menambahkan, walaupun saat ini pemerintah sudah mengalokasikan stimulus fiskal sebesar Rp 50 triliun di sektor riil namun itu tidak akan cukup untuk memacu pertumbuhan ekonomi di atas 5,5%.

"Kita tetap memerlukan standby loan, soalnya ini kan baru asumsi. Asumsi bisa saja berubah-ubah," kata Paskah di Jakarta, Selasa (6/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×