kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.760   20,00   0,12%
  • IDX 8.859   111,06   1,27%
  • KOMPAS100 1.218   13,00   1,08%
  • LQ45 860   7,77   0,91%
  • ISSI 321   6,07   1,93%
  • IDX30 442   3,55   0,81%
  • IDXHIDIV20 516   4,55   0,89%
  • IDX80 135   1,55   1,16%
  • IDXV30 142   1,46   1,04%
  • IDXQ30 142   1,34   0,96%

Pemerintah Masih Butuh Dana Stanby Loan


Selasa, 06 Januari 2009 / 12:19 WIB
Pemerintah Masih Butuh Dana Stanby Loan


Reporter: Uji Agung Santosa |

JAKARTA. Pemerintah masih tetap membutuhkan dana standby loan (dana siaga) untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2009. Namun, dana standby loan yang diperkirakan sebesar US$ 5 miliar itu akan lebih difokuskan untuk program jaring pengaman sosial (social safety net).

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Paskah Suzetta mengatakan pemerintah masih membutuhkan dana siaga karena asumsi pertumbuhan ekonomi masih akan terus berubah.

Ia menambahkan, walaupun saat ini pemerintah sudah mengalokasikan stimulus fiskal sebesar Rp 50 triliun di sektor riil namun itu tidak akan cukup untuk memacu pertumbuhan ekonomi di atas 5,5%.

"Kita tetap memerlukan standby loan, soalnya ini kan baru asumsi. Asumsi bisa saja berubah-ubah," kata Paskah di Jakarta, Selasa (6/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×