kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Pemerintah kesulitan turunkan harga di Papua


Senin, 30 Mei 2016 / 15:23 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah sampai saat ini menyatakan masih kesulitan menurunkan harga barang di daerah Papua, khususnya di pedalaman. Walaupun mereka sudah menjalankan program Tol Laut, dan berdasarkan pantauan di beberapa wilayah timur, program tersebut telah berhasil menurunkan harga barang kebutuhan pokok. Tapi, penurunan tersebut belum berdampak untuk Papua.

"Baru di pelabuhan turunnya," kata Rizal Ramli, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Senin (30/5).

Rizal mengatakan, permasalahan tersebut disebabkan oleh sarana transportasi di pedalaman Papua yang belum memadai. Oleh karena itulah, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya akan merancang konsep Jembatan Logistik Udara untuk mengangkut pasokan kebutuhan bahan pokok di Papua.

Rencananya, agar program tersebut bisa jalan, pemerintah akan menggelontorkan subsidi.

Sudah ada enam rute pelayaran yang sudah dilayani program tersebut.

Rute pertama, Tanjung Priok- Natuna- Anambas. Kedua, Surabaya- NTT-  Rote- Mangapu. Ketiga, Surabaya- Moa- Saumlaki- Dobo- Merauke. 

Keempat, Makassar- Manokwari- Wasior- Nabire- Biak. Kelima, Surabaya- Wancik- Namlea- Fakfak- Timika. Dan keenam, Makasar- Maluku Utara- Morotai- Tobelo- Ternate.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×