kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pemerintah kembangkan wilayah wisata prioritas


Selasa, 18 Agustus 2015 / 19:50 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah masih berniat menggenjot sektor pariwisata. Hingga tahun 2019 mendatang, pemerintah menargetkan dapat membangun 10 kawasan tujuan wisata prioritas. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mengatur sisi pengelolaannya.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, beberapa wilayah yang masuk dalam pengembangan kawasan tujuan wisata prioritas tersebut masih dalam pendiskusian. Namun beberapan wilayah yang sudah masuk dalam daftar antara lain Pelabuhan Bajo, Danau Toba dan Borobudur. "Wilayah (yang menjadi prioritas pengembangan) masih dirapatkan," kata Rizal, Selasa (18/8).

Langkah untuk membangun kawasan wisata prioritas tersebut juga dalam rangka mendongkrak target wisatawan sebanyak 20 juta orang pada tahun 2019. Sekedar catatan, tahun ini target pemerintah untuk jumlah wisatawan asing sebanyak 10 juta orang.

Sementara itu, menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan. Dari target 10 lokasi wisata prioritas, tiga lokasi sudah terbangun saat ini. Ketiga lokasi itu adalah Bali, Jakarta dan kepulauan Riau.

Arif menambahkan, pertumbuhan jumlah wisata ke Indonesia cukup baik. Hingga semester I tajin ini jumlah wisatawan yang datang mencapai 4,65 juta orang. Jumlah teraebut melebihi target yang ditetapkan yakni 4,5 juta orang. Dengan demikian, "Target 10 juta (wisatawan) dapat tercapai," kata Arief.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×