kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.039   39,00   0,22%
  • IDX 5.861   -80,26   -1,35%
  • KOMPAS100 775   -10,86   -1,38%
  • LQ45 584   -5,26   -0,89%
  • ISSI 203   -2,72   -1,32%
  • IDX30 331   -2,44   -0,73%
  • IDXHIDIV20 410   -1,82   -0,44%
  • IDX80 88   -1,06   -1,20%
  • IDXV30 112   -1,12   -0,98%
  • IDXQ30 107   -0,92   -0,86%

Pemerintah kaji lagi alpha BBM subsidi


Selasa, 26 Juli 2011 / 12:59 WIB
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah di BCA hari ini Kamis 15 Oktober, intip sebelum tukar valas. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/11/01/2017


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can

JAKARTA. Keputusan pemerintah tidak menaikkan alpha bahan bakar minyak (BBM) belum final. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, alpha BBM subsidi ini akan dibicarakan kembali dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Ini belum selesai. Nanti diselesaikan dan dibicarakan lagi dengan dewan," kata Hatta usai rapat koordinasi penghematan energi, Selasa (26/7).

Hatta mengatakan, pemerintah memahami keinginan Pertamina untuk menaikkan alpha BBM. Sebab, dia mengatakan sebagai badan usaha, Pertamina harus untung.

Tetapi, di sisi lain, Hatta mengatakan, pemerintah mempertimbangkan kepentingan nasional. "Itulah BUMN, ada sisi komersial dan sisi PSO (public service obligation)," katanya.

Rapat kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR pada Senin (18/7) malam memutuskan alpha BBM bersubsidi dalam RAPBN-P 2011 tidak mengalami perubahan atau tetap Rp 595,46 per liter. Pertamina sendiri mengakui harus menanggung kerugian sebesar Rp 2 triliun karena besaran alpha tersebut.

Pertamina juga mengalami kerugian Rp 4 triliun untuk elpiji. Perusahaan minyak dan gas nasional ini sebetulnya pernah agar alpha BBM Rp 618,68 per liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×