kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemerintah kaji hambatan ekspor ke India


Kamis, 15 Desember 2016 / 19:29 WIB
Pemerintah kaji hambatan ekspor ke India


Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap produk unggulan ekspor ke India seperti batu bara, minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) serta rempah-rempah. Selama ini beberapa produk tersebut terkena hambatan tarif dan non tarif yang tinggi di negeri Bollywood tersebut.

Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan pembicaraan dengan pemerintah India agar mempertimbangkan penurunan hambatan itu. "Atas dasar itu kami menyampaikan agar Menteri Perdagangan India untuk pertimbangkan (penurunan)," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kamis (15/12).

Selain hambatan tarif tersebut, salah satu produk unggulan Indonesia yakni CPO mendapat perbedaan dengan Malaysia. Oleh karena itu, dalam watu dekat pihaknya akan mengirim surat ke pemerintah India.

Sebagai negara penghasil kerbau, pemerintah India juga menawarkan kepada Indonesia untuk membuka pasar alternatif. Mendag bilang, bila pemerintah India siap untuk mengirimkan daging kerbau ke Indonesia berpapun jumlahnya.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah tengah mencari sumber-sumber penghasil daging sapi atau kerbau agar dapat mempercepat penurunan harga daging di dalam negeri.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×