kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pemerintah genjot ekspor batik


Rabu, 28 September 2011 / 13:39 WIB
ILUSTRASI. IHSG berpotensi terkoreksi ke 5.529,96, saham rekomendasi Binaartha diantaranya ANTM, CPIN, CTRA, dan lainnya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Nilai ekspor batik masih kecil. Karena itu, pemerintah bertekad meningkatkan nilai ekspor batik.

Dalam pidatonya saat membuka World Batik Summit 2011, Rabu (28/9), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak komunitas batik, pengusaha, dan pemerintah makin berkolaborasi dan bersinerri mengembangkan batik. Dia mengungkapkan ada empat alasan pengembangan industri batik.

Pertama, aspek budaya. Dia mengatakan, batik sudah menjadi identitas budaya.

Kedua, aspek ekonomi. SBY mengatakan, batik mampu menunjang kesejahteraan sebagai bagian dari industri kreatif. Ketiga, aspek lingkungan dan keempat sebagai sarana diplomasi dalam kerangka persahabatan negara.

Nilai perdagangan batik sendiri terus meningkat. Pada 2010 lalu, nilai ekspor batik sudah mencapai US$ 22,3 juta. Bandingkan pada 2006 silam dimana nilai ekspor batik baru mencapai US$ 14,3 juta. "Jadi ada kenaikan 54% dan saya melihat peluang untuk terus meningkat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×