kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pemerintah Dinilai Terlalu Lama Menurunkan Harga BBM


Senin, 24 November 2008 / 14:09 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Test Test

JAKARTA. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Agung Laksono menilai, kebijakan pemerintah menerbitkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 500 mulai tanggal 1 Desember 2008 terlalu lama.
 
Demikian dikatakan Agung Laksono di dalam pidato pembukaan masa sidang II tahun sidang 2008-2009 di dalam rapat paripurna, Senin (24/11). "Kebijakan menurunkan harga BBM merupakan langkah positif walaupun pemberlakuannya dipandang terlalu lama," ucap Agung.
 
Agung mengatakan, pemerintah tampaknya harus menghitung kembali besaran angka penurunan. Bisa jadi penurunan akan lebih besar dari Rp 500 per liter karena harga minyak mentah dunia saat ini terus turun. "Penurunan yang sama juga harus dilakukan pada harga solar," sambungnya.
 
Nah, dengan adanya penurunan harga tersebut, Agung yakin daya beli masyarakat akan meningkat. Ujungnya, pertumbuhan perekonomian di sektor riil diharapkan bisa kembali meningkat. Mengingat BBM jenis solar merupakan bahan bakar yang banyak digunakan dalam kegiatan ekonomi masyarakat, seperti, angkutan umum dan nelayan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×