kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.170   11,00   0,06%
  • IDX 5.039   -18,38   -0,36%
  • KOMPAS100 649   -2,59   -0,40%
  • LQ45 515   -0,34   -0,07%
  • ISSI 168   -1,56   -0,92%
  • IDX30 289   -0,56   -0,19%
  • IDXHIDIV20 391   -0,43   -0,11%
  • IDX80 75   -0,19   -0,25%
  • IDXV30 109   -0,70   -0,64%
  • IDXQ30 98   -0,29   -0,30%

Pemerintah dinilai belum siap bahas omnibus law cipta lapangan kerja


Minggu, 02 Februari 2020 / 18:58 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah dinilai belum siap bahas omnibus law cipta lapangan kerja. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/pd.


Reporter: | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh menilai pemerintah belum siap dalam pembahasan omnibus law cipta lapangan kerja. Pasalnya, hingga saat ini draf omnibus law itu hingga saat ini belum diketahui masyarakat. 

Selain itu, surat presiden untuk omnibus law tersebut juga belum ditandatangani presiden. "(Ini menandakan) pemerintah belum siap," kata Nihayatul kepada Kontan, Ahad (2/2).

Baca Juga: Kemenkeu ungkap alasan rencana evaluasi aturan pengembalian kelebihan pajak

Nihayatul berharap substansi atau pasal-pasal dalam omnibus law cipta lapangan kerja dapat mengakomodasi semua kepentingan pemerintah, pengusaha maupun buruh. Sehingga tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan karena adanya omnibus law tersebut serta penolakan omnibus law dari masyarakat.

Anggota Ombudsman Ahmad Alamsyah Saragih mengatakan, kesiapan pemerintah dalam pembuatan omnibus law ini belum bisa dinilai. Pasalnya, hingga saat ini pun masyarakat belum ada yang mengetahui bagaimana draf omnibus law cipta lapangan kerja.




TERBARU

[X]
×