kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pemerintah diminta perbaiki mekanisme pengawasan peredaran makanan


Senin, 20 Mei 2019 / 21:23 WIB


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah pengamat meminta pemerintah memperbaiki mekanisme pengawasan peredaran makanan di pasaran.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio meminta pemerintah memperbaiki mekanisme pengawasan peredaran makanan di Indonesia. Pasalnya seperti yang sudah - sudah selama ini selalu saja ada penemuan makanan kadaluwarsa terlebih ketika memasuki bulan puasa.

Ia menilai, BPOM selaku lembaga negara pengawas peredaran makanan tidak hanya melakukan pengawasan secara manual. Tetapi juga membuat mekanisme pengawasan secara digital misalnya melalui aplikasi digital yang dapat digunakan masyarakat untuk memberitahukan penemuan makanan kadaluwarsa yang beredar di pasaran.

"Mana mungkin BPOM bisa melakukan pengawasan terhadap seluruh makanan yang beredar di pasaran," kata Agus, Senin (20/5).

Lebih lanjut Ia mengatakan, kalaupun BPOM sudah memiliki kanal digital untuk mempermudah masyarakat melaporkan temuan pangan kadaluwarsa, BPOM harus aktif mensosialisasikan kanal digital tersebut agar masyarakat dapat mengakses dan menggunakannya dengan baik.

Tidak hanya itu, Agus meminta Pemerintah Daerah setiap provinsi berperan aktif bersama BPOM bekerjasama melakukan pengawasan dan peredaran pangan dan obat pasaran.

Di samping itu, Agus meminta perusahaan dan masyarakat tidak menjual panganan yang kadaluwarsa atau mengandung bahan berbahaya karena hanya ingin meraup keuntungan semata. Tetapi juga mesti berperan aktif membantu pemerintah melakukan pengawasan, peredaran dan menciptakan masyarakat yang bebas dari panganan berbahaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×