kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Pemerintah diminta mempertimbangkan matang wacana penyaluran bansos lewat fintech


Minggu, 23 Mei 2021 / 20:58 WIB
ILUSTRASI. Suasana pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) di RW02 Kelurahan Bedahan, Depok, Selasa (13/04).


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Trubus meminta pemerintah mempertimbangkan potensi penyimpangan. Sebab pada kasus yang telah terjadi sebelumnya, penyimpangan bansos terjadi karena menggandeng pihak swasta atau pihak terlibat.

"Secara formula kebijakan kelihatannya bagus, tetapi nanti di implementasinya yang sulit karena persoalannya tidak sesederhana membagikan bantuan, tapi ini juga menyangkut data penerima bansos," ujar Trubus.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, wacana menggandeng fintech dalam penyaluran bansos karena tren digitalisasi yang ada saat ini. Hal tersebut dinilai untuk memperkecil risiko penyalahgunaan penyaluran bansos.

Baca Juga: Tidak beli pelatihan, status kepesertaan 44.000 penerima kartu prakerja dicabut

Yusuf menilai, terdapat kemungkinan dampak positif dengan menggandeng fintech dalam penyaluran bansos. Di antaranya, penyaluran bansos dipantau secara real time karena sistem teknologi digital dapat mendeteksi jika terdapat semacam manipulasi dan hal lainnya. Nantinya data yang diberikan melalui fintech bisa digunakan pemerintah untuk dianalisa penerima bansos.

"Terkait nanti misalnya pola transaksinya, konsumsinya. Jadi analisis data ini selanjutnya pemerintah bisa mengevaluasi kira-kira ketika ingin menyalurkan bantuan lainnya, kira-kira bantuan ini sudah cocok atau belum," ucap Yusuf, Minggu (23/5).

Meski begitu, Yusuf meminta pemerintah perlu mempertimbangkan sejumlah hal jika nantinya akan menggandeng fintech dalam penyaluran bansos. Di antaranya terkait perlindungan data pribadi. "Kita harapkan masalah kebocoran data tidak terjadi, perlu penanganan dan tanggung jawab yang besar," ucap dia.

Baca Juga: Alasan pemerintah canangkan program Work From Bali bagi ASN




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×