kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemerintah diminta efektif gunakan anggaran


Selasa, 18 Agustus 2015 / 00:23 WIB
Pemerintah diminta efektif gunakan anggaran


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Target pertumbuhan ekonomi 5,5% dinilai bakal sulit tercapai. Bukan hanya karena kondisi ekonomi global yang sedang melambat, tetapi pemerintah belum siap untuk merealisasikannya.

Direktur Institute for Development of Economic and Finance Enny Srihartati bilang, pemerintah terlihat tidak siap untuk mendorong pertumbuhan. Terutama terkait dengan kemampuannya mengefektifkan anggaran belanja yang ada

Enny beralasan, saat ini pemerintah masih terjebak pada upaya penyerapan anggaran, bukan mengefektifkan anggaran. Padahal, kunci agar anggaran menjadi stimulus fiskal adalah bisa dipergunakan efektif untuk pembangunan.

"Anggaran jangan semata-mata harus terserap," ujar Enny, Senin (17/8)

Selain itu, Enny melihat ada potensi kontraksi yang bakal terjadi di dalam industri yang selama ini menymbang pajak besar. Hal ini berkaitan dengan strategi pemerintah yang mengejar pajak seperti berburu di kebun binatang.

Maksudnya peemrintah hanya bersikap tegas pada wajib pajak yang sudah patuh. Bukan mengejar wajib pajak yang selama ini tidak patuh. Itu terlihat dari rasio tax coeverage rastio yang rendah.

Oleh karena itu, supaya penerimaan pajak dan pertumbuhan bisa jalan, kebijakan perpajakan harus mendorong pertumbuhan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×