kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Pemerintah dahulukan Euro Bond dibanding Samurai


Jumat, 09 Desember 2016 / 14:30 WIB


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Dupla Kartini

NUSA DUA. Volatilitas pasar global membuat pemerintah Indonesia harus segera menentukan strategi untuk tahun depan. Dalam waktu dekat, pemerintah akan menerbitkan surat utang dalam denominasi euro alias Euro Bond. Sebab potensi pelonggaran kuantitatif dari Eropa akan berakhir dalam waktu dekat.

Direktur Strategis dan Portofolio Utang Kementerian Keuangan Schneider Siahaan mengatakan, mulai Maret tahun depan, Eropa akan mulai mengurangi pembelian obligasi. Karena itu, pemerintah Indonesia akan segera merilis obligasi valas euro dalam waktu dekat.

Selain menerbitkan surat utang valas dalam bentuk euro. Pemerintah juga akan merilis obligasi valas berdenominasi yen alias Samurai Bond pada semester II 2017. "Jepang masih akan mempertahankan stimulus dalam jangka lama ketimbang Eropa, sehingga kami akan menerbitkan surat utang euro dulu daripada yen," kata Schneider.

Namun, dia belum mau merinci nilai penerbitan dua obligasi valas tersebut.

Penerbitan surat utang tersebut merupakan bagian dari program global Medium Term Notes senilai US$ 50 miliar. "Tahun depan kami tidak akan prefunding dalam bentuk dollar lagi, mungkin ini yang terakhir tapi kami akan melihat potensi pasar," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan.

Sebab potensi suku bunga tahun depan mungkin akan lebih tinggi dibanding tahun ini. Alasan itu pula yang membuat pemerintah buru-buru merilis obligasi global dollar AS. Sekedar informasi, pemerintah telah menerbitkan global bond senilai US$ 3,5 miliar pada Kamis (8/12). Dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pendanaan pada Januari 2017. Bahkan dana obligasi global ini bisa dipakai untuk menutup penurunan cadangan devisa yang terjadi pada bulan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×