kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Pemerintah buka peluang swasta bangun fasilitas pengolah limbah B3


Kamis, 29 Juli 2021 / 19:01 WIB
ILUSTRASI. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah membuka peluang terlibatnya perusahaan swasta dalam rencana pembangunan fasilitas pengolah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Hal itu mengingat semakin meningkatnya jumlah limbah B3 di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Selain itu industri pengolahan limbah juga dinilai dapat menciptakan ekonomi baru.

"Peluang untuk bisa diambil kesempatan oleh swasta tetap ada karena pada dasarnya bisnis recycle itu bersifat cost recovery," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (29/7).

Masuknya pihak swasta disebut Siti sebagai bentuk investasi baru. Sebelumnya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut berbagai pemanfaatan limbah B3 yang dapat memberi nilai tambah.

Berbagai contohnya adalah pembuatan stanless steel murni dari limbah jarum suntik atau masker medis yang diolah menjadi polipropilena murni. Namun, hal tersebut masih perlu penelitian lebih lanjut.

Baca Juga: KLHK antisipasi sampah medis B3 dari pasien isoman

"Tentu nanti dicek seperti apa dan bagaimana standardnya," terang Siti.

Selain mengandalkan swasta, pemerintah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun. Anggaran tersebut terdapat pada sejumlah kementerian dan lembaga serta dana transfer ke daerah.

Siti menjelaskan, pada KLHK sendiri terdapat anggaran untuk pembangunan fasilitas pengolah limbah B3. Total anggaran KLHK sebesar Rp 53 miliar.

"Itu memang sudah di-plan untuk insinerator di Provinsi Papua Barat, Sulawesi Barat, NTT, Bangka Belitung," ungkap Siti.

Sebelumnya disampaikan Siti bahwa saat ini fasilitas pengolah limbah B3 masih terkonsentrasi di pulau Jawa. Namun, rencana pengembangan tersebut masih dalam tahap pembahasan antar menteri.

Selanjutnya: UPDATE Corona Indonesia, Kamis (29/7): Tambah 43.479 kasus baru, terus pakai masker

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×