kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pemerintah berupaya tingkatkan pendapatan per kapita agar RI naik kelas


Kamis, 08 Juli 2021 / 11:31 WIB
ILUSTRASI. Ruas lalu lintas terlihat sepi di kawasan Sudirman, Jakarta, Minggu (4/7/2021)


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

Ada beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah. Pertama, berusaha menekan angka penyebaran Covid-19 dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali serta PPKM Mikro di luar Jawa dan Bali.

Selain itu, pemerintah juga mengupayakan vaksinasi dengan lebih masif dengan meningkatkan target vaksinasi per hari menjadi 1,5 juta hingga 3 juta vaksinasi per hari.

Baca Juga: Ada berkah terselubung di balik penurunan kelas RI ke lower-middle income class?

Kedua, dengan membantu perekonomian masyarakat. Febrio sadar, pandemi ini membuat perekonomian masyarakat menjadi lebih rentan. Unntuk itu pemerintah memberikan bantalan ekonomi dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Bahkan, ia mengklaimm program PEN yang sudah digulirkan sejak tahun lalu mampu memberikan perlindungan ekstra bagi masyarakat.

“Tingkat kemiskinan mampu dikendalikan menjadi 10,19% pada September 2020. Tanpa adanya program PEN, Bank Dunia pernah mengestimasi angka kemiskinan Indonesia tahun 2020 dapat mencapai 11,8%,” tambah Febrio.

Ketiga, pemerintah akan melakukan reformasi struktural untuk meraih potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×