kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemerintah belum mau bentuk lembaga bond stabilization fund


Kamis, 11 Agustus 2011 / 16:07 WIB
Pemerintah belum mau bentuk lembaga bond stabilization fund
ILUSTRASI. Pengacara ternama, Hotman Paris Hutapea


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pemerintah belum berencana membentuk lembaga bond stabilization fund (BSF) untuk meredam keluarnya dana asing. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengatakan, lembaga tersebut belum perlu.

Mustafa menilai koordinasi antara menteri keuangan dengan BUMN melalui penandatangan Memorandum of Understanding sudah cukup untuk meredam keluarnya dana asing. Hingga saat ini, dia bilang sudah ada 13 BUMN yang bersedia secara sukarela menjaga kestabilan harga surat utang negara (SUN) bila dana asing keluar. "Sekarang ini sudah koordinasikan dibawah menteri BUMN terhadap potensi dana-dana BUMN untuk redam capital outflow," katanya, Kamis (11/8).

Mustafa tidak menekankan berapa dana yang disisihkan oleh setiap BUMN tersebut untuk menjaga pasar SUN. Yang pasti, pemerintah akan memobilisasi setiap BUMN dalam bond stabilization fund. "Ke-13 BUMN dimobilisir dan menyatakan siap nanti bagaimana ketersedian dan kesiapan BUMN nanti disesuaikan pada saat dibutuhkan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×