kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Pemerintah bakal suntik modal ke lima BUMN


Rabu, 25 Agustus 2010 / 11:44 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah ingin menambah permodalan ke berbagai perusahaan pelat merah dengan penyertaan modal negara (PNM). Suntikan modal sebesar Rp 5,8 triliun itu akan dibagikan kepala lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kelima perusahaan tersebut adalah Lembaga Pembiayaan Ekpor Indonesia (LPEI) senilai Rp 2 triliun. Kemudian, untuk PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Rp 1 triliun, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Rp 1,8 triliun, serta PT Sarana Multi Infrastruktur Rp 1 triliun.

Sebenarnya, Penyertaan Modal Negara (PMN) tersebut sudah tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010. Hanya, sebelum dilakukan penyuntikan, pemerintah harus mendapat persetujuan dari DPR. Hari ini, Rabu (25/8), pemerintah akan minta persetujuan ke Komisi XI DPR.

Menteri Keuangan, Agus Martowardojo bilang, PMN tersebut umumnya untuk penguatan permodalan. Tujuannya untuk mendukung ekspansi bisnis masing-masing perusahaan tersebut. "Seperti di Askrindo dan Jamkrindo, kami ingin agar bisa meningkatkan penjaminan dana kredit usaha rakyat (KUR)," kata Agus, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×