kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pemerintah akan tolak KUR bagi petani sawit


Kamis, 09 Maret 2017 / 19:26 WIB
Pemerintah akan tolak KUR bagi petani sawit


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Pemohonan sejumlah pihak agar pemerintah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani kelapa sawit, dirasa tidak tepat oleh pemerintah. Kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Menko Perekonomian Iskandar Simorangkir, pemerintah tak akan mengabulkan usulan itu.

"KUR sesuai dengan peruntukkannnya kan namanya saja sudah kredit usaha rakyat, itu kan kita peruntukkan untuk usaha kecil," kata Iskandar pada KONTAN, Kamis (9/3).

Apalagi, plafon KUR sebesar Rp 25 juta, tidak mencukupi untuk kredit replanting kelapa sawit. Nah bila petani sawit ingin kredit, dia bilang yang tepat memakai kredit retail dengan plafon maksimal Rp 500 juta. Namun dia menegaskan, ada perbedaan subsidi untuk kredit retail, yakni hanya 4,5%, dengan suku bunga 9%.

"Jadi kalaupun mau skema yang bisa itu adalah skema untuk kredit retail. Kalau KUR sudah tidak mungkin, sesuai ketentuan kita kan hanya menolong untuk usaha kecil. Nah kalau sawit kan orang-orang dirasa sudah cukup besar," tegas Iskandar.

Dan untuk masalah skema grace periode yang diajukan, Iskandar bilang pemerintah tidak mau ikut campur untuk hal itu. Karena ihwal itu balik pada kebijakan bank yang memberi kredit. Tapi dia mengingatkan, dengan skema grace periode, jangan sampi menimbulkan masalah likuiditas perbankan.

"Kita tidak bisa mengatur masalah grace periode, kita kembalikan ke bank itu sendiri. Tapi karena dana operasional perbankan itu kan jangka pendek, hal ini bisa jadi potensi dana yang mengendap. Jangan nanti malah memjadikan masalah likuiditas untuk bank itu sendiri," pungkas Iskandar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×