kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Pemerintah akan terbitkan SUN dolar di pasar lokal


Selasa, 30 Oktober 2012 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Kurs jual beli rupiah terhadap dolar AS hari ini Rabu 18 Agustus 2021. KONTAN/Fransiskus Simbolon/05/09/2018


Reporter: Oginawa R Prayogo |

JAKARTA. Tahun depan pemerintah berniat menjual surat utang negara (SUN) dalam bentuk dolar AS untuk pasar modal dalam negeri. Kebijakan tersebut dibuat agar para investor dalam negeri tidak menaruh dolarnya di luar negeri. 

Menurut Direktur Strategi dan Portofolio Utang Ditjen Pengelolaan Utang Schneider Siahaan, SUN dolar itu akan berbentuk sama dengan surat utang valas yang selama ini diterbitkan di luar negeri. 

"Tapi diterbitkan di pasar modal kita. Selama ini kan kita terbitkan di bursa asing Luksemburg dan Singapura. Nah sekarang didaftarkan di BEI," kata Schneider, Selasa (30/10).

Namun, Schneider menyatakan belum tahu kapan dan seberapa besar rencana penerbitan SUN dolar. 

"Kalau timing-nya kita lihat situasi. Kita akan lihat di beberapa bulan tertentu likuiditas dolarnya lagi naik. Jadi pada saat likuiditas dolar domestik investor masih berlimpah, itulah yang kita manfaatkan. Nanti koordinasinya dengan BI, karena mereka yang tahu," jelasnya.

Direktur Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Utang Loto Srinaita Ginting membenarkan bahwa SUN dollar bakal terbit tahun depan. "Saat ini sedang disiapkan regulasi dan infrastrukturnya," kata Loto kepada KONTAN.

Lebih lanjut, Dirjen Pengelolaan Utang Robert Pakpahan menyatakan bahwa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) soal penerbitan surat utang tersebut masih dalam proses. Ia menambahkan,  penerbitan surat utang negara tahun depan akan lebih banyak dilakukan di dalam negeri karena penyerapan di dalam negeri masih kuat. Namun ia enggan menyebutkan berapa proporsi antara surat utang dalam negeri dan luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×