kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.927   57,00   0,32%
  • IDX 5.711   -110,07   -1,89%
  • KOMPAS100 738   -13,77   -1,83%
  • LQ45 563   -10,40   -1,82%
  • ISSI 198   -3,35   -1,66%
  • IDX30 319   -5,85   -1,80%
  • IDXHIDIV20 393   -7,77   -1,94%
  • IDX80 84   -1,60   -1,88%
  • IDXV30 107   -1,43   -1,32%
  • IDXQ30 103   -1,88   -1,79%

Pemerintah akan menggelontorkan beras demi mencapai HET


Senin, 27 Agustus 2018 / 12:59 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat beras di Pasar Induk Beras Cipinang


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana menggelontorkan beras demi menjaga stabilisasi harga. Harga beras ditemukan berada jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga penetrasi pasar bakal dilakukan hingga mencapai harga sasaran.

"Kita tadi sudah rakor, memerintahkan kembali guyur pasar, maksudnya penetrasi pasar, mulai hari ini," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, di Jakarta, Senin (27/8).

Ia melanjutkan, penetrasi pasar ini akan berlangsung hingga harga beras mencapai HET. Mengacu pada Permendag 57/2018 tentang penetapan harga eceran tertinggi beras, HET beras medium area Jawa, Lampung dan Sumatera Selatan ditetapkan Rp 9.450 per kilogram. Penetapan termahal terdapat pada area Papua dan Maluku seharga Rp 10.250 per kg.

Kemudian, mengutip pada situs harga pangan nasional, harga beras memang mengalami kenaikan hingga di atas HET tersebut. Harga beras medium rata-rata seluruh provinsi mencapai Rp 11.700 per kilogram. Rinciannya, pada DKI Jakarta mencapai Rp 13.800 per kg, Sumatera Barat Rp 13.150 per kg, dan Jawa Barat Rp 11.450 per kg.

Sayangnya Enggar tidak merinci sumber pasokan beras yang akan digelontorkan ke pasar berasal dari mana. Mengingatkan saja, pemerintah saat ini memiliki stok beras dari impor sepanjang semester pertama sebesar 1,18 juta ton. Rencananya tahun ini impor tersebut bakal mencapai 2 juta ton.

Sedangkan di sisi lain, Bulog per tanggal 24 Agustus telah mencapai realisasi pengadaan hingga 2,47 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×