kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pemda diharapkan lebih berperan dalam mendorong investasi di KEK


Jumat, 11 Oktober 2019 / 17:53 WIB

Pemda diharapkan lebih berperan dalam mendorong investasi di KEK
Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Profesionalisme pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi kunci penting pertumbuhan nilai investasi yang masuk ke dalam kawasan tersebut. Banyaknya pelonggaran dan insentif dari pemerintah pusat tidak akan cukup bertaji jika tak didukung peran pemerintah daerah yang bersentuhan langsung dengan para investor di KEK.

Ketimbang menambah jumlah KEK secara masif, Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan, pemerintah pada periode 2020-2024 akan lebih fokus untuk meningkatkan efektivitas, nilai investasi, dan efek pengganda (multiplier effect) pada perekonomian dari KEK yang sudah ditetapkan. 

“Karena sebenarnya masih banyak lahan yang ada di KEK sekarang ini yang belum termanfaatkan,” tutur Wahyu, Jumat (11/10). 

Baca Juga: Total komitmen investasi KEK secara nasional capai Rp 85,3 triliun

Ke depan, pemerintah juga meminta setiap pengelola KEK untuk menyusun rencana aksi dan target sehingga evaluasi bisa dilakukan secara lebih terukur. 

Misalnya, KEK Kendal di Jawa Tengah ditargetkan mampu mengekspor senilai US$ 5 miliar dalam lima tahun ke depan. 

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto menambahkan, selama ini profesionalisme pengelola KEK menjadi aspek yang sering diabaikan. Padahal hal itu sangat berpengaruh pada kesuksesan perkembangan KEK. 

“KEK itu masih banyak kurang promosi, terutama KEK yang diinisiasi oleh para pemerintah daerah. Jadi ini ke depan akan kita tingkatkan,” ujar Enoh. 

Untuk itu pemerintah telah menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk menambah kapasitas dan mendukung pemda dalam mempromosikan KEK di daerah-daerahnya. 

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar menyebut, salah satu kekurangan pemda selama ini ialah resistensi untuk bermitra dan bekerjasama dengan pihak swasta. 

Baca Juga: KEK Sorong diproyeksikan menarik investasi senilai Rp 32,5 triliun

Padahal, Sanny mencontohkan, ada beberapa contoh sukses kawasan wisata yang dikelola swasta sendiri seperti Jatim Park di Malang. 

“Padahal swasta itu lah yang bisa menarik investor nantinya. Harusnya (pemda) lebih terbuka,” tandas Sanny. 


Reporter: Grace Olivia
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×