kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Pembebasan lahan kereta cepat JKT-BDG baru 55%


Selasa, 25 Juli 2017 / 22:30 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Percepatan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung masih terhambat pembebasan lahan.

Hingga 1,5 tahun proyek ini berjalan, baru 55% lahan yang sudah dibebaskan.

"Iya, betul memang, baru 55%," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno seusai rapat terbatas terkait kereta cepat, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/7).

Rini mengatakan, dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil untuk membantu mempercepat proses pembebasan lahan.

"Jadi masih ada hal-hal yang pembebasan harus diselesaikan. Jadi Bapak Presiden menekankan bahwa Kementerian ATR perlu membantu sehingga pembebasan lahan bisa selesai," kata dia.

Namun, Rini menjamin, pembebasan lahan ini tidak akan mempengaruhi proses penarikan pinjaman dari China Development Bank untuk proyek senilai US$ 4,5 miliar ini.

Sebab, syarat dari bank tersebut, pinjaman bisa cair jika lahan minimal bisa bebas sebesar 53%.

"Jadi tadi kami juga melaporkan bahwa target kami untuk penarikan bisa dilakukan di akhir minggu pertama bulan Agustus," ujar Rini. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×