kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Pembangunan daerah menjadi prioritas tahun 2013


Rabu, 15 Agustus 2012 / 17:32 WIB
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,64% ke 6.078,57 pada Senin (12/7). IHSG ditopang sejumlah saham big cap yang menguat.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pembangunan daerah dan meliputi daerah terpencil menjadi prioritas anggaran tahun 2013. Tidak heran jika alokasi anggaran pembangunan daerah dan daerah terpencil bakal dinaikkan lebih besar lagi ketimbang tahun sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seusai menggelar pertemuan dengan pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Rabu (15/8).

Isu pembangunan daerah juga menjadi perhatian Ketua DPR Marzuki Alie dan Ketua DPD Irman Gusman yang menyepakati pembangunan daerah dan daerah terpencil menjadi agenda bersama. "Besok, Kamis (16/8) pimpinan DPR RI juga akan menyampaikan pandangan-pandangannya dan juga telah mendapatkan masukan dari DPD RI," katanya.

SBY pun mengungkapkan bahwa dirinya bakal membeberkan rencana pemerintah perihal pembangunan daerah baik sekarang, dan ke depan. Termasuk masukan dan pandangan hasil pertemuan.

"Pertemuan ini sungguh bermanfaat bahwa kita mengidentifikasi masalah-masalah di negeri ini dan sesuai dengan tugas dan kewenangan kami yang diatur dalam UUD," katanya.

Menteri koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menambahkan pembangunan daerah memang menjadi perhatian khusus pemerintah tahun 2013. Terutama menggenjot pembangunan infrastruktur. "Ini untuk membuktikan keseriusan kita," katanya.

Dalam postur RAPBN 2013, alokasi belanja modal mencapai Rp 200 triliun di mana sekitar Rp12 triliun itu untuk alokasi pembangunan infrastruktur. "Itu ekspansif sekali," tegasnya.

Hatta menuturkan pemerintah memang sengaja memperbesar porsi anggaran untuk infrastruktur supaya arus investasi ke dalam negeri tidak mengerem. Pasalnya, infrastruktur ini salah satu penghambat derasnya investasi ke Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×