kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pedagang tolak revisi perpres penataan pasar


Minggu, 11 Oktober 2015 / 19:31 WIB
Pedagang tolak revisi perpres penataan pasar


Reporter: Handoyo | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Penggerak pasar rakyat meminta pemerintah membatalkan revisi Peraturan Presiden (Perpres) No 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, bila revisi tersebut tetap dilakukan, pasar rakyat akan semakin terancam. Seperti diketahui, saat ini pendirian toko ritel modern hanya dapat dilakukan di daerah-daerah yang telah memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Sekadar catatan, aturan revisi Perpres tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern tersebut tertuang dalam paket kebijakan ekonomi jilid I yang dikeluarkan pada awal September lalu.

Menurut Abdullah, di tengah minimnya bantuan yang diberikan oleh pemerintah terhadap para pelaku usaha di pasar rakyat ini, sulit rasanya bagi pedagang kecil untuk dapat bertahan menyaingi pemodal besar.

"Kalau dalam revisi Perpres tersebut, tetap membolehkan pembangunan pasar modern di daerah yang belum memiliki rencana tata ruang, kami telah siap untuk melakukan gugatan kepada pemerintah," kata Abdullah.

Meski tidak merinci, jumlah pasar rakyat sendiri menurut Abdullah terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Dari tahun 2011 hingga 2015 jumlah pasar mengalami penurunan hingga 4.000 unit. Sehingga bila tidak dijaga, maka jumlah tersebut akan terus mengalami penurunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×