kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.135   100,00   0,55%
  • IDX 5.912   39,07   0,67%
  • KOMPAS100 769   5,82   0,76%
  • LQ45 587   4,49   0,77%
  • ISSI 203   0,67   0,33%
  • IDX30 333   2,19   0,66%
  • IDXHIDIV20 411   0,93   0,23%
  • IDX80 88   0,82   0,94%
  • IDXV30 111   0,16   0,14%
  • IDXQ30 107   0,26   0,24%

Pebisnis beras mewaspadai oknum yang bermain di program bansos


Jumat, 19 Juni 2020 / 06:30 WIB


Reporter: Barly Haliem, Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kehadiran program bantuan sosial (bansos) sembako untuk Jabodetabek di tengah pandemi Covid-19  menjadi berkah bagi pengusaha dan pedagang beras.

Billy Haryanto, Wakil Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Jakarta menyatakan, secara umum pasar beras memang terangkat oleh adanya bansos. Program pemerintah ini turut menyerap stok beras anggota Perpadi.

Namun, yang dia sesalkan, ada oknum yang memanfaatkan program ini. “Dia ambil beras katanya program. Tapi pembayarannya seret sekali. Alasannya macam-macam, katanya belum dibayar pemerintah,” kata dia kepada KONTAN, Kamis (18/6).

Siapa oknum tersebut?, Billy enggan menyebutnya. “Nama sudah saya pegang, gelarnya profesor. Kalau enggak beres, saya gigit,” kata Billy.

Dia mengingatkan, program bansos merupakan program mulia dari pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak corona. Untuk itu, tidak sepantasnya program ini dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi.

“Presiden Jokowi juga sudah mengingatkan agar hati-hati dengan bansos,” ujar Billy.

Peringatan soal oknum yang bermain dengan bansos juga diungkapkan oleh Hidaya, salah satu pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta.

Dia mengakui dalam kondisi pandemi seperti saat ini, kehadiran bansos mampu meningkatkan omzet penjualan. Tapi, pedagang mesti pintar-pintar mencari mitra. Pasalnya, banyak tawaran dari pihak luar untuk memasok program bansos.

Uniknya, mereka datang dan menawarkan kerjasama bukan atas nama instansi, melainkan perorangan. Hal ini yang membuat sejumlah pedagang khawatir. Kekhawatiran ini terutama soal penundaan pembayaran setelah beras didistribusikan. Bila ini terjadi roda usaha beras para pedagang bakal mandek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×