kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

PDIP akan klarifikasi tudingan Nazaruddin


Kamis, 01 Agustus 2013 / 19:13 WIB
ILUSTRASI. PLTP Wayang Windu Star Energy Geothermal


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan, Sidarto Danusubroto tak bisa memastikan apa langkah yang akan diambil terkait tuduhan Nazarudin. Menurutnya, PDIP akan melakukan klarifikasi menyangkut kebenaran sejumlah politisi PDIP menerima aliran dana proyek Hambalang.

Sidarto mengakui dirinya baru mendengar kabar tudingan Nazarudin terhadap Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondokambey dan Trimedya Panjaitan. Ia sangat terkejut mengetahui Olly dan Trimedya dituduh terlibat dalam sebuah kasus korupsi. "Saya sangat terkejut. Terus terang saya baru mendengar dari anda. Saya belum bicara banyak sekarang," ujar Sidarto saat dijumpai KONTAN dalam buka bersama di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis, (1/8).

Bagi pria yang juga Ketua MPR tersebut, ucapan Nazarudin usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) barulah sebatas tuduhan. Oleh sebab itu, ia menegaskan PDIP tak terburu-buru mengambil keputusan. "Kita akan klarifikasi dahulu, baru kita panggil kader PDIP yang bersangkutan.

Sebagaimana diketahui, mantan Bendahara Umum Demokrat kembali memunculkan kehebohan baru. Usai diperiksa KPK kemarin, Nazar mengaku dirinya melaporkan 11 proyek pengadaan terindikasi korupsi di berbagai Lembaga Negara.

Sejumlah nama anggota DPR yang disebut Nazar adalah Setya Novanto (Golkar), Olly Dondokambey (PDIP), Azis Syamsuddin (Demokrat), Bambang Soesatyo (Golkar), Herman Heri (PDIP), Trimedya Panjaitan (PDIP) dan Benny K Harman (Demokrat). "Itu semua sudah dilaporkan secara jelas dan detail," kata Nazar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×