kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

PDI Perjuangan dan PPP Akan Bertemu Akhir Pekan Ini, Apa Agendanya?


Jumat, 28 April 2023 / 13:05 WIB
PDI Perjuangan dan PPP Akan Bertemu Akhir Pekan Ini, Apa Agendanya?
ILUSTRASI. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto  menyambut baik bergabungnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk bekerjasama mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres).

Atas perkembangan tersebut, DPP PDI Perjuangan akan menerima Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono dan jajarannya di kantor PDIP untuk membahas dan berdialog lebih dalam secara langsung.

"Rencananya hari Minggu (30/4/2023), pukul 14.00 WIB, Pak Mardiono bersama jajaran pengurus PPP akan kami terima di kantor DPP PDI Perjuangan. Komunikasi via telpon sudah dilakukan. Minggu akan menjadi kesempatan pertama bertemu dengan Ibu Megawati Soekarnoputri guna meneguhkan kerjasama politik," kata Hasto, Jumat (28/4/2023).

Baca Juga: Sekjen PDI-P: Setelah 14 Mei, Ada Parpol Lain yang Gabung Dukung Ganjar Pranowo

Hasto menambahkan, sesuai dengan mekanisme kedua partai, kerjasama ini akan kokoh guna memperkuat sistem presidensial dalam sistem kepartaian yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

Hasto menyebutkan rekam jejak PPP memiliki kesesuaian historis dengan PDI Perjuangan. Keduanya selama masa Orde Baru menjadi representasi partai tertindas sehingga terbangun emotional bonding di antara kedua partai dalam suatu hubungan yang unik, yang disatukan perasaan senasib sepenanggungan.

"Sehingga diyakini kerjasama dengan PPP sangat positif, dan semakin memperkuat energi kemenangan Pilpres 2024. Seluruh kerjasama partai politik dilakukan melalui komunikasi partai dengan partai," sebut Hasto.

Hasto mengatakan, terkait kerjasama politik, modal pertama, adalah dengan parpol di pemerintahan Presiden Jokowi -Maruf Amin, dikecualikan bagi Parpol yang sudah mendeklarasikan capresnya sendiri.

"Kedua, menempatkan aspek ideologi kebangsaan-kerakyatan, kesejarahan, kultur, serta kesesuaian agenda masa depan. Ketiga, tidak bisa dipungkiri bahwa kerjasama juga memperkuat aspek elektoral capres," terang Hasto.

Sehingga, lanjut Hasto, ditinjau dari aspek elektoral, kerjasama dengan PPP akan memperluas basis pemilih dan mencerminkan gambaran Indonesia.

Sebelumnya, Hasto mengatakan, akan ada lagi partai politik yang mendukung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Parpol tersebut rencananya akan bergabung setelah 14 Mei 2023. Hal ini karena parpol pada tanggal 1-14 Mei 2023 sedang mengurus pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) 2024. 

Baca Juga: Setiap Sabtu dan Minggu, Ganjar Pranowo Bakal Sosialisasi Sebagai Bakal Capres

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×