kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Patrialis: Dapat tugas tambahan, UU KPK harus direvisi


Jumat, 27 Agustus 2010 / 14:53 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti laporan dugaan pencucian uang dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sebab, PPATK tak bisa melakukan penyidikan.

Namun, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengatakan, penambahan tugas KPK itu harus melalui revisi undang-undang. Sebab, dia mengatakan KPK hanya berwenang mengusut dugaan korupsi. "Enggak boleh kita di luar itu," katanya usai menyampaikan dua nama calon ketua KPK kepada Presiden di kantor Kepresidenan, Jumat (27/8).

Patrialis menepis anggapan bila pemerintah tidak setuju KPK memiliki kewenangan menyidik laporan PPATK. "Setuju saja, biar KPK lebih mantap," ujar politikus Partai Amanat Nasional itu.

Seperti diketahui, pemerintah dan DPR telah sepakat menambah jumlah lembaga yang bisa mengusut laporan PPATK. Selain KPK, laporan PPATK itu bisa ditindaklanjuti oleh kepolisia, kejaksaan, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×